27 October 2016

Catatan Calon Notaris

ga tau sih sebenernya mau nulis apa....
udah semester 4 dan sekarang udah berurusan dengan yang dinamakan tesis...
BINGUNG!!!! Buah simalakama banget nih urusan tesis...
ya karna kesalahan sendiri sih, tapi gak jelas juga denk...
udahlah yaaa, gw udh cukup stress dgn ke stressan yang cuma gw sendiri yang paham...
yang baca pasti bingung... hahaha tapi ya gitulah, namanya aja Puti Ende Novia...
sejak tahun 2007 juga tulisannya ga pernah ada yang bener...
mana yang alurnya maju mundur, mana yang ga ada klimaks... ga ada yang beres lag,,,,
wong ujian mengarang bahasa Indonesia gw aja nilainya 40 :D

05 August 2015

MOVE

Setelah lama tak menyentuh blog ini, sekarang berniat move ke http://endenovia.blogspot.com

mungkin ga sepenuhnya "pindah" karna tema penulisan yang berbeda dengan blog ini...

"ah untung ga lupa passwordnya"



05 February 2014

Relawan Turun Tangan

Well, tulisan pertama di 2014 ini udah telat 2 bulan.
Bingung sebenernya mau share apa disini, terlalu banyak yang lagi muter-muter didalam kepala. mulai dari masalah lanjutin kuliah, nyari kerja, sampe partisipasi dalam pemilu 2014 ini.
jadi sebelum semakin ngaco, mending gw arahin ke masalah pemilu aja (sekali-sekali mencoba serius)

Berawal dari akun facebook adek kelas waktu di SMA dulu, akhirnya iseng googling tentang "turuntangan"

dan sampai saat ini gw belum menemukan jawaban yang memuaskan, alias gw malah jd ngeblank sama gerakan "turuntangan" ini....

okeh, ga jelas banget tulisan kali ini (tulisan-tulisan sblmnya juga emg ga jelas)
gw mau bersemedi dulu mencari inspirasi...

nb: klo ada pembaca yang tau lebih jelas terkait gerakan ini, mungkin bisa share ilmunya... trims

12 December 2013

Kenapa Mengapa

4 Tahun sudah terlewati masa-masa menuju Sarjana
Sekarang gelar Sarjana Hukum sudah didapat.
Namun masih aja belum bisa melihat tentang masa depan.
Entah kenapa aku masih tetap memilih untuk bertahan disini.
Meskipun berulang kali sudah ayah memarahi ku untuk segera ke Jakarta.

Mengapa aku masih disini?
Mengapa aku bertahan?
Apa yang menguatkanku disini?
Padahal berulang kali pula aku kecewa disini...

Tuhan, jika ini jalanku mohon Engkau tunjukan dengan segera jawabannya.
Hamba hanya tak ingin membuang-buang waktu percuma seperti ini....
Ingin produktif seperti dulu, dengan kreatifitas-kreatifitas yang Hamba miliki....

Seketika terlintas rindu akan kota itu, masa dimana namaMu begitu indah ku dengar...

aku rindu kembali dekat denganMu, Tuhan

18 October 2013

Postingan kedua

Ibu kota terlalu kejam, sampai mampu membuat hati membeku....

Jakarta, 18 Oktober 2013

KANGEN

18 May 2013

Anugerah Terindah

Melihat tawamu 
Mendengar senandungmu 
Terlihat jelas dimataku
Warna - warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlukis jelas bahwa hatimu 
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s'lalu 
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
 
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria 
Tegaskan bahwa kamu 
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu 
Hangat peluk janjimu


16 April 2013

Dalam....

Dalam kesunyian malam, kamulah nada-nada indah pengantar tidurku...
Dalam kegelapan sang malam, kamulah pelitaku...
Dalam dinginnya pelukan malam, kamulah selimut hatiku....

Petak Umpet Ala Tuhan (Repost)

Pada suatu saat Tuhan memberi tebakan kepada pada malaikat-malaikatnya, “Jika Aku mau bermain petak umpet dengan manusia, apakah kalian tahu dimana tempat yang paling aman untuk bersembunyi ?”

Malaikat pertama menjawab, “Di dalam laut terdalam !”

“Salah” jawab Tuhan. “Manusia tetap dapat menemukanku, dengan akal pikirannya mereka dapat menciptakan kapal selam canggih yang dapat memetakan seluruh isi laut.”

Malaikat kedua menjawab, “Di puncak gunung Himalaya !”

“Lebih salah lagi !” Tuhan menjawab, “Tanpa teknologi pun manusia dapat menjangkau tempat itu.”

Malaikat ketiga menjawab, “Di bintang atau planet yang sangat jauh dari bumi !”

“Kalau ini sangat konyol !” Tuhan tersenyum, “Tidak usah pergi-pergi jauh kesana pun, manusia sekarang sudah mampu mengintipnya dengan teropong !”



Setelah beberapa lama tidak ada jawaban dari para malaikat-Nya, Tuhan pun membeberkan jawaban tebakan itu.

“Jika ingin tidak terlihat, Aku lebih suka bersembunyi di dalam hati manusia, karena akhir-akhir ini manusia mulai jarang memperhitungkan hatinya..”

Tuhan lalu melanjutkan, “Berbahagialah manusia yang bersih hatinya, karena mereka dapat melihat Aku..”

(Dari “The Orbis” ; William Dych, SJ; 1999)

12 April 2013

EGOIS

tidak mau mengakui kesalahan diri dan merasa pendapat dirilah yang paling benar...
ku akui sifat itu ada pada diriku, dan aku rasa sifat itu juga ada pada setiap manusia... termasuk kamu, dia, dan mereka

15 March 2013

Bimbang

Aku hanya punya kamu...
Kamulah penyemangatku...
Darimulah  yang selalu ku harapkan semangat itu akan timbul...
Kumohon mengertilah...
Aku butuhkan semangat itu ada didekatku...
Saat ini,
Esok,
Maupun dimasa yang akan datang...
Bagaimanapun kamu, aku tetap sayang sama kamu...
Tak pernah terfikir untuk marah padamu lebih dari 1 jam...

Goodnite my shona... I Love U :')

14 March 2013

okeh gue lagi suka banget sama lagu ini

Cinta Terakhir ~ Ari Lasso


sedalam samudra t'lah aku selami
setinggi langit diangkasa t'lah ku arungi
sepanjang kehidupanku aku mencari
sebentuk kelembutan hati cinta sejati

kini usai sudah segala penantian panjangku

setelah temukan dirimu duhai kekasihku
hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
karena kau lah cinta terakhir ku

berjuta kejora terangi gelap malamku

tetap tak seindah cahaya mata hatimu

kini usai sudah segala penantian panjangku

setelah temukan dirimu duhai kekasihku
hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
karena kau lah cinta terakhir ku

kini usai sudah segala penantian panjangku

setelah temukan dirimu duhai kekasihku
hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
karena kau lah cinta terakhir ku

kini usai sudah segala penantian panjangku

setelah temukan dirimu duhai kekasihku
hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
karena kau lah cinta terakhir ku



nb: semoga kamu cinta terakhirku yaaaaaaa :p

22 February 2013

1st Aniversary

Tak terasa setahu kita lalui suka dan duka, rindu dan amarah, canda tawa...
Mungkin terkadang aku ingin kita kembali kemasa dimana kita baru pacaran...
Tapi aku tau itu tak mungkin terjadi...
Bagaimanapun dirimu saat ini,,, apapun yang ada padamu saat ini...
Aku tetap mencintaimu apa adanya, sama seperti saat dulu ku menerimamu menjadi kekasihku...

Hari ini tepat satu tahun kita pacaran, walau ada sedikit kekecewaan...
Namun itu tak terlalu berarti apa-apa...

Aku sayang sama kamu, dan rasa sayang ini semakin bertambah seiring bertukarnya waktu...

Seperti kata Whitney Houston "I Will Always Love You"

05 February 2013

the one and only

i love you because nothing....

4 Februari 2013

Dear My Blog….

Aku merindukan dia yang dulu.
Atau sebenarnya aku merindukan aku yang dulu....

ENTAHLAH...

Semoga perasaanku ini salah, semoga semua hanya kekeliruanku saja....
aku berharap dia dapat menjalani hidupnya dengan baik dan benar...
Sedih rasanya melihat dia harus memikul beban itu sekarang...
kadang aku berfikir sungguh sangat tidak adil dunia ini padanya...





Tuhan, tolong jaga dia selalu. berikan kasih sayangMu padanya.
Izinkan aku mencintai dan menyayanginya hanya karenaMu, Tuhan....

with love

08 November 2012

Kata-Kata Terakhir Dari Seorang Guru


Guru itu pamanku, aku tak mengerti kenapa aku harus masuk ke sekolah ditempat pamanku bekerja. Ayah yang memaksaku untuk masuk kesekolah swasta tempat paman bekerja. Katanya agar mudah mengawasi dan mengontrol pendidikanku.

Menurutku aku tidak termasuk anak nakal atau anak badung, ya walau terkadang aku lupa mengerjakan tugas rumah yang diberikan. Nilai-nilaiku pun termasuk kategori lumayan, gak jelek tapi gak juga bagus sih. Yang aku tau seharusnya aku bisa masuk sekolah negeri dengan nilai seperti ini.

Sejujurnya aku malu jika teman-teman disekolahku mengetahui guru kewarganegaraan yang sedang mengajar ini adalah pamanku. Kondisi Pak Herman sudah sangat jauh dari kata sehat, karena Pak Herman menderita diabetes atau bisa disebut kencing manis sudah 5 tahun ini. Pandangan mata Pak Herman sudah kabur, bahkan mungkin dapat dikatakan sedikit lagi buta.

Tadi pagi sebelum masuk kelas saja Pak Herman berjalan dengan meraba-raba dinding sekolah mencari pintu masuk. Murid-murid yang sekelas denganku memperhatikan dengan wajah sedih sebagian mangacuhkannya termasuk aku. 

Pada saat pelajaran dimulai Pak Herman menjelaskan tentang nasionalisme bangsa yang sudah terkikis. Dipertengahan jam pelajaran beberapa teman keluar masuk kelas seenaknya perutnya saja. Aku yang sudah merasa bosan pun mengikuti beberapa teman untuk keluar menuju kantin.

Setiap Pak Herman masuk kelas aku sering pergi ke kantin, hingga yang tersisa dikelas kurang dari setengah jumlah siswa kelasku. Meskipun penglihatan Pak Herman sudah kabur, beliau sebenarnya tetap mengetahui apa saja yang dilakukan muridnya didalam kelas. Tapi beliau tetap bersabar menerima perlakuan seperti itu dari murid-murid yang di sayanginnya.

Hingga suatu hari Pak Herman tidak masuk kelas seperti biasa. Seisi kelas bertanya-tanya kepadaku, kemanakah Pak Herman yang selama ini rajin masuk. Walaupun aku keponakannya, aku juga tidak mengetahui keberadaan Pak Herman hari itu. Saat tiba dirumah aku dikejutkan dengan kabar pamanku masuk rumah sakit. Keadaannya sangat drop hingga paman pingsan dikamar mandi pagi tadi saat bersiap-siap untuk mengajar.

Malam itu aku beserta ayah dan bunda segera menjenguk paman dirumah sakit umum daerah. Kulihat tubuh yang kini terbaring lemah itu tetap menyunggingkan senyuman tulus dari bibirnya yang pucat ketika mengetahui kehadiran kami.  Sungguh pemandangan yang menyayat hati, apalagi saat ingat semua tingkahku disekolah terhadap paman. 

Karena rasa bersalah itulah aku memutuskan untuk minta izin menemani paman di rumah sakit malam itu. Keesokan harinya beberapa guru dan perwakilan siswa datang membesuk paman. Betapa bahagianya paman melihat murid-muridnya dan rekan kerjanya datang menunjukkan kepedulian mereka. Setelah seminggu dirawat kondisi paman mulai membaik jadi paman sudah diperbolehkan pulang.

Esoknya paman sudah bersiap untuk berangkat mengajar seperti biasa. Paman tidak mau disuruh beristirahat dirumah, katanya sudah rindu dengan murid-murid disekolah. Mulai hari ini aku berjanji tidak akan mengacuhkan paman lagi disekolah.

Dan seperti biasa Pak Herman memasuki kelas dengan meraba-raba dinding sekolah. Beda ketika mendekati sekelas dengan segera aku menuntun langkah Pak Herman hingga sampai di meja guru. Teman-teman yang selama ini sering di kantin bersamaku melihat dengan terheran-heran. Sebagian melihat dengan ekspresi mengejek, sebagian lagi dengan ekspresi penuh tanda tanya.

Ketika jam istirahat teman-teman yang tadi bertanya-tanya sendiri kini langsung menanyaiku ada apa gerangan dengan sikapku tadi. Kini aku tidak lagi malu menyatakan Pak Herman adalah pamanku, kakak laki-laki pertama ibuku.

Aku tidak pernah menceritakan secara jelas kepada teman-teman tentang penderitaan paman. Karena paman gak mau murid-muridnya memandangnnya dengan iba, paman hanya ingin melihat murid-muridnya sukses dan tersenyum ceria setiap harinya. Paman dikenal sebagai Pak Herman guru kewarganegaraan kami yang begitu mencintai pekerjaannya yang mulai tersebut. Sebagai guru Pak Herman tak pernah dan tak kan mau mengeluhkan kondisinya dihadapan murid-muridnya. Pak Herman hanya memperlihatkan dirinya sebagai sosok yang kuat.

Hingga suatu hari aku dibangunkan dengan mimpi buruk. Kondisi paman kembali drop, keadaan paman sudah tidak sadarkan diri. Berhari-hari aku menemani tante dirumah sakit menjaga paman yang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hingga suatu malam paman siuman dan Beliau berkata dengan lirih “bu (memanggil istrinya) aku ingin kembali kesekolah, aku ingin mengajar lagi. Aku cuma ingin anak-anakku disekolah bisa menjadi generasi terbaik yang dimiliki bangsa ini. Aku ingin mereka berguna bagi nusa bangsa terutama keluarga.” Setelah menyelesaikan kalimatnya paman kembali menutup matanya. Ruang kamarnya tiba-tiba menjadi haru biru oleh isak tangis tante dan keluarga yang kebetulan sedang berada di rumah sakit.

Pamanku telah pergi untuk selamanya, pamanku guruku pahlawanku.

Selamat jalan Pak Herman, terimakasih atas cinta kasihmu selama ini untuk kami murid-muridmu. Ilmu yang engkau berikan pasti akan berguna bagi kami kini maupun nanti.

sumber foto : http://yudisupriadisangpengabdi.blogspot.com/2011/09/menjadi-guru-adalah-pilihan-yang-berani.html

Guruku Sahabatku, Guruku Orang Tuaku, Guruku Pahlawanku


16 tahun sudah aku mengenal kata “guru” dalam hidupku. Bermulai ketika aku duduk dibangku tanaman kanak-kanak selama setahun, dilanjutkan dengan jenjang wajib belajar 9 tahun dan disekolah menengah atas selama 3 tahun. Termasuk hingga saat ini aku berada di perguruan tinggi, disinipun aku mengenal sosok guru dalam dunia perkuliahan mereka yang biasa disapa “dosen” juga merupakan guru bagiku.

Sebenarnya diluar dari guru-guru diatas terdapat juga guru-guru lain dalam hidupmu. Dimana mereka memberikan pelajaran hidup yang luar biasa bagiku, yaitu kedua orang tuaku. Ya, memang kedua orang tuaku menjadi guru bagiku untuk mengajariku cara berjalan dan berbicara. Mereka menjadi guru bagiku hingga saat mereka menitipkanku kepada guru-guru yang sesungguhnya dibangku sekolah nantinya.

Saat memasuki bangku taman kanak-kanak yang ku tahu hanyalah hari-hari yang penuh canda tawa. Hari-hari disekolah menjadi tidak membosankan dengan adanya ibu guru yang kreatif. Ibu guru tidak akan membiarkan anak muridnya bersedih apa lagi sampai menangis. Yang ku ingat pernah suatu saat bunda belum menjemputku, dikarenakan bunda dinas sore di rumah sakit umum daerah ketika itu. Lalu dengan sabar ibu guru mengantarkan ku pulang ke tempat bunda bekerja.

Enam tahun disekolah dasar juga banyak memberiku pelajaran, banyak pula kenangan yang terjadi antara aku, teman-teman, dan guru. Saat masuk SD aku belum bisa baca tulis, ya hal ini dikarena aku yang terlena dengan canda tawa di TK atau mungkin karena pada zamanku dulu memang begitulah porsi seharusnya pendidikan anak-anak. Hahahaaaa, dengan mendapat perlakuan spesial aku mengikuti les setelah jam pulang sekolah. Ibu guru dengan sabar pulang terlambat kerumah hanya untuk mengajariku dan teman-teman yang senasib membaca, menulis, dan berhitung. 

Ada satu kenangan disekolah dasar yang tak akan aku lupakan begitu saja. Saat dimana aku mendapati salah seorang bapak guru ku menangis diruang guru. Sosok bapak yang kukira kuat, bahkan menitikan airmatanya dikarenakan salah seorang muridnya susah diatur. Ternyata begitulah seorang guru, walaupun dia laki-laki namun akan bersedih jika muridnya berbuat yang tak semestinya. Yang ku tau guru-guru disekolah ku sangat menyayangi murid-muridnya.

Dibangku SMP aku mendapatkan pelajaran yang sangat besar tentang arti kejujuran, tanggungjawab, dan kepatuhan terhadap hukum. Saat itu aku sudah duduk dikelas 3 SMP, dimana setiap siswa kelas 3 wajib mengikuti les tambahan disekolah setelah jam pulang sekolah. Pada suatu hari ibu kepala sekolah marah besar dengan siswa kelas 3 yang membawa sepeda motor kesekolah. Hal ini terjadi akibat insiden hari kemarin, salah seorang temanku menabrak pagar rumah mewah yang tepat berada didepan sekolahku hingga penyok. Temanku yang menabrak ini bukannya bertanggungjawab malah kabur, sehingga pemiliki rumah melapor ke pihak sekolah. Ibu kepala sekolah yang marah mengundang polentas untuk mengarahkan kami yang membawa kendaraan. Sejak saat itu siswa yang tidak memiliki SIM dilarang membawa motor kesekolah. Setelah kejadian ini ibu kepala sekolah bercerita kepada kelasku. Ibu marah karena ibu sangat sayang dengan kami siswanya, ibu gak mau terjadi hal yang tidak diinginkan diluar sekolah. Hal-hal yang tidak diinginkan ini seperti kecelakaan lalulintas yang bisa saja lebih parah daripada sekedar menabrak pagar rumah. Ibu juga ingin mengajarkan kepada murid-muridnya untuk bertanggung jawab.

Ketika SMA terlalu banyak kenanganku bersama guru-guru, baik itu kenangan indah maupun kenangan buruk. Hehehe, mulai dari canda tawa bersama didalam kelas hingga dipanggil ke ruang BK. Aku sampai bingung bagaimana menceritakannya, yang aku tau di bangku SMA aku mendapati arti hidup yang sesungguhnya dari guru-guruku. Ada salah seorang guruku yang begitu memberikan perhatian kepada siswanya. Saat itu ada seorang siswi yang bermasalah harus dikeluarkan dari sekolah. Siswi tersebut ketahuan hamil diluar nikah, namun pihak sekolah tidak serta merta mengeluarkan siswi tersebut. Siswa tersebut diberi kesempatan untuk mengundurkan diri dengan terhormat. Padahal siswi tersebut sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Guru bahasa Inggris yang begitu care sama siswa ini tidak tinggal diam. Begitu siswi tersebut melahirkan, mam (panggilan sehari-hari guru bahasa inggris tersebut) menghubunginya dan menyarankan untuk kembali mendaftar disalah satu sekolah swasta yang ada dikotaku. Mam membantu siswi tersebut sepenuhnya hingga siswi tersebut dapat mengikuti UN dan akhirnya siswi tersebut dapat lulus SMA.

Hingga saat ini aku berada ditahun terakhirku di salah satu perguruan tinggi negeri aku masih mendapati sosok-sosok guru pada dosen-dosenku disini. Mereka yang siap selalu untuk membantu dan mendidik mahasiswanya. Dosen-dosen yang hadir dikelas tak hanya sekedar mengajar, tapi juga mendidik kami agar kelak dapat menjadi manusia yang berguna bagi negeri ini.

Sebenarnya aku tak dapat menjabarkan bagaimana sosok “guruku pahlawanku” tapi aku hanya menjabarkan “arti seorang guru bagi hidupku. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagiku dan bagi kita semua.

Terimakasihku untuk Guru-Guruku di :

TK Pertiwi Disbun Kota Pontianak 1996-1997
SD Muhammadiyah 2 pontianak Thn 1997-2003
SMP Negeri 10 Pontianak Thn 2003-2006
SMA Negeri 3 Pontianak Thn 2006-2009
(Dosen) Fakultas Hukum Universitas Andalas 2009-Sekarang


30 October 2012

Aku Sangat Beruntung Memilikimu

Aku Sangat Beruntung Memilikimu

BETAPA TIDAK!!!!
Saat orang lain menganggapku tomboy, seperti laki-laki
HANYA KAMU YANG MARAH MENDENGAR MEREKA MENGATAIKU DEMIKIAN!
Saat sikap ku yang seperti anak-anak membuat orang lain lelah
HANYA KAMU YANG DENGAN SABAR MENGHADAPIKU!
Saat mereka tidak menghargai keberadaanku
HANYA KAMU YANG BERKATA "AKU MEMBUTUHKANMU"


Lalu Bagaimana Bisa Aku Merasa Tak Dianggap?
Harusnya Aku Sadar Dan Mengerti....

Aku Sayang Kamu :*

15 October 2012

Maaf Aku Sayang Padamu


Aku ingin menulis untukmu, menyajikan kata-kata indah nan mesra untukmu. Ingin menyatakan pada dunia bahwa aku sayang padamu, aku membutuhkanmu. Bukan ego atau rasa sesaat. Mungkin kata-kata yg selalu salah keluar dari lisanku. Sungguh hati ini menjerit ketika kata-kata itu keluar. Mungkin menyakiti hatimu, mungkin menggoreskan kesedihan dihatimu. Tapi Cuma kamu dan hanya kamu.

Kini aku sadar akulah penyebab semua kekacauan ini, akulah penyebab luka-luka dihatimu. Aku sadar kata-kata maaf dariku pun tak kan sanggup mengobati luka-luka itu. Aku hanya tak bisa terus membiarkan luka itu semakin menganga menambah perih segala luka yang memang telah ada.

Semoga Allah memberi jalan terbaik untuk kita, semoga kita diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan untuk menjalani  apa yang telah ditetapkan olehNya….

Semoga luka dihati abang bisa sembuh. Maafkan puti telah menyakiti abang. Puti sayang abang, puti butuh abang.

Karna kamulah alasanku untuk tetap tersenyum. Puti sayang abang. Mungkin inilah cinta.


Salam sayang dari ku untuk mu ms behel….. :*

p.s : pic from other blog...