05 February 2014

Relawan Turun Tangan

Well, tulisan pertama di 2014 ini udah telat 2 bulan.
Bingung sebenernya mau share apa disini, terlalu banyak yang lagi muter-muter didalam kepala. mulai dari masalah lanjutin kuliah, nyari kerja, sampe partisipasi dalam pemilu 2014 ini.
jadi sebelum semakin ngaco, mending gw arahin ke masalah pemilu aja (sekali-sekali mencoba serius)

Berawal dari akun facebook adek kelas waktu di SMA dulu, akhirnya iseng googling tentang "turuntangan"

dan sampai saat ini gw belum menemukan jawaban yang memuaskan, alias gw malah jd ngeblank sama gerakan "turuntangan" ini....

okeh, ga jelas banget tulisan kali ini (tulisan-tulisan sblmnya juga emg ga jelas)
gw mau bersemedi dulu mencari inspirasi...

nb: klo ada pembaca yang tau lebih jelas terkait gerakan ini, mungkin bisa share ilmunya... trims

12 December 2013

Kenapa Mengapa

4 Tahun sudah terlewati masa-masa menuju Sarjana
Sekarang gelar Sarjana Hukum sudah didapat.
Namun masih aja belum bisa melihat tentang masa depan.
Entah kenapa aku masih tetap memilih untuk bertahan disini.
Meskipun berulang kali sudah ayah memarahi ku untuk segera ke Jakarta.

Mengapa aku masih disini?
Mengapa aku bertahan?
Apa yang menguatkanku disini?
Padahal berulang kali pula aku kecewa disini...

Tuhan, jika ini jalanku mohon Engkau tunjukan dengan segera jawabannya.
Hamba hanya tak ingin membuang-buang waktu percuma seperti ini....
Ingin produktif seperti dulu, dengan kreatifitas-kreatifitas yang Hamba miliki....

Seketika terlintas rindu akan kota itu, masa dimana namaMu begitu indah ku dengar...

aku rindu kembali dekat denganMu, Tuhan

18 October 2013

Postingan kedua

Ibu kota terlalu kejam, sampai mampu membuat hati membeku....

Jakarta, 18 Oktober 2013

KANGEN

18 May 2013

Anugerah Terindah

Melihat tawamu 
Mendengar senandungmu 
Terlihat jelas dimataku
Warna - warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlukis jelas bahwa hatimu 
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s'lalu 
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
 
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria 
Tegaskan bahwa kamu 
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu 
Hangat peluk janjimu